Minggu, 22 Maret 2015

Sistem Indera

SISTEM INDERA

Sistem indra adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses informasi indra. Didalam sistem indra terdapat reseptor indra, jalur saraf dan
bagian dari otak yang ikut serta dalam tanggapan indra. Sistem indra terbagi menjadi indra penglihatan, pendengaran, penciuman dan pengecapan. Berikut kami akan memaparkan macam-macam sitem indra bermulai dari indra penglihatan

A.    INDERA PENGLIHATAN
Indera penglihatan atau mata adalah struktur bulat berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari bagian paling luar hingga paling dalam, lapisan-lapisan tersebut adalah : sklera/kornea, koroid/badan siliaris/ iris, dan retina. Berikut anatomi dari mata

Pada mata juga terdapat beberapa bagian dan mempunyai fungsi
•    Kelopak mata
Bekerja sebagai penutup untuk melindungi bagian anterior mata dari gangguan lingkungan. Kelopak mata menutup secara refleks untuk melindungi mata pada keadaan – keadaan yang mengancam, misalnya benda yang datang cepat, sinar yang menyilaukan, dan situasi dimana bagian mata terpajan atau bulu mata tersentuh.
•    Pupil
Mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.
•    Lensa
Berperan dalam variasi kemampuan refraksi selama akomodasi.
•    Sistem saluran air mata (lakrimal)
Kedipan mata yang mengulang membantu menyebarkan air mata yang berfungsi sebagai pelumas, pembersih, dan bakterisidal (mematikan kuman) air mata di produksi secara terus menerus oleh kelenjar lakrimal di sudut bagian atas lateral di bawah kelopak mata.
Salah satu sel dalam retina adalah sel kerucut dan sel batang atau bisa di sebut sel fotoreseptor.
    Fotoreseptor terdiri dari 3 bagian :
a)    Segmen luar, yang terletak paling dekat dengan eksterior mata, menghadap ke koroid. Bagian ini mendeteksi rancangan cahaya.
b)    Segmen dalam, yang terletak di bagian tengah fotoreseptor. B{’agian ini mengandung perangkat metaboliksel.
c)    Terminal sinaps, yang terletak paling dekat dengan bagian interior mata, menghadap ke sel bipolar. Bagian ini menyalurkan sinyal yang dihasilkan fotoreseptor karena stimulasi cahaya ke sel-sel selanjutnya dijalur penglihatan.
Sel batang dan sel kerucut atau fotoreseptor mempunyai fungsi : Sel batang terletak dibagian terluar retina, fungsi dari sel batang adalah berperan dalam penglihatan hitam putih pada malam hari serta memiliki sensitivitas yang tinggi. Sel kerucut terletak di bagian terluar retina juga, fungsi dari sel kerucut adalah berperan pada penglihatan disiang hari dan juga perperan dalam ketajaman penglihatan dan penglihatan warna.

Dengan adanya retina dapat mengatur saat melihat dalam keadan gelap dan terang yang di atur oleh sel batang dan sel kerucut.
Sensitivitas mata terhadap cahaya bergantung pada jumlah fotopigmen peka cahaya yang ada di sel batang dan sel keurucut. Ketika kita pergi dari tempat terang benderang ketempat gelap gulita, kita mula mula tidak dapat melihat apa apa, tetapi secara perlahan kita mulai dapat membedakan benda benda berkat proses adaptasi gelap. Penguraian fotopigmen selama pajangan ke sinar matahari sangat menurunkan sensitivitas fotoreseptor. Dalam keadaan gelap, fotopigmen yang terurai sewaktu pajanan sinar matahari secara bertahap dibentuk kembali. Akibatnya, sensitifitas mata anda perlahan meningkat sehingga anda mulai dapat melihat dalam lingkungan sekitar yang gelap. Namun, hanya sel batang yang sangat sensitif dan telah diremajakan yang “dihidupkan” oleh cahaya temaram.
    Sebaliknya, ketika kita berpindah dari tempat gelap ke tempat terang ( misalnya keluar dari gedung bioskop ke halaman pada siang hari ) , mula mula mata kita sangat peka terhadap sinar terik. Dengan sedikit kontras antara bagian terang dan gelap, keseluruhan bayangan tanpa keputihan. Seletah sebagian fotopigmen cepat diuraikan oleh sinar intens, sensitifitas mata menurun dan kontras normal dapat kembali terdeteksi, suatu proses yang dinamai adaptasi terang.

B.    INDERA PENDENGARAN
Indera pendengaran adalah sistem yang digunakan untuk mendengar, hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari : telinga, syaraf dam otak. Manusia dapat mendengar 20 Hz – 20.000 Hz


Fungsi telinga sesuai dengan bagian-bagiannya yaitu :
     Masing- masing telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu: bagian dalam, luar, dan tengah. Bagian luar dan tengah telinga menyalurkan gelombang suara dari udara ke telinga dalam dan berisi cairan, dimana energi suara mengalami penguatan dalam proses ini. Telinga dalam berisi dua sistem sensorik yang berbeda: koklea, yang mengandung reeptor untuk mengubah gelombang suara menjadi ilmpuls saraf sehingga kita dapat mendengar; dan aparatus vestibularis yang penting bagi keseimbangan.
Dalam sistem pendengaran terdapat nervus yang mempersarafi sistem pendengaran, yaitu: Nervus vestibulotroklearis berfungsi untuk keseimbangan dan pendengaran bersifat sensoris, membawa rangsangan dari telinga ke otak.

Berikut bagian-bagian dari telinga
a.    Telinga luar : mengumpulkan dan menyalurkan  gelombang suara ke telinga tengah.
•    Pinna ( daun telinga ) lokasinya dilipatan tulang rawan berlapis kulit yang terletak di kedua sisi kepala, berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke saluran telinga; berperan menentukan lokasi suara
•    Meatus auditorius eksternus (saluran telinga) lokasinya di terowongan dari eksterior menembus tulang temporal ke membran timpani berfungsi untuk mengarahkan gelombang suara ke membran timpani; mengandung rambut penyaring dan mengeluarkan serumen untuk menangkap partikel asing.
•    Membran timpani ( gendang telinga ) lokasinya di membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah, berfungsi untuk bergetar secara sinkron dengan gelombang suara yang mengenainya, menyebabkan tulang tulang telinga tengah bergetar
b.    Telinga tengah : memindahkan getaran membran timpani ke cairan di koklea
•    Maleus, inkus, stapes lokasinya di rangkaian tulang yang dapat bergerak yang terbentang dirongga telinga tengah ; maleus melekat ke membran timpani, dan stapes melekat ke jendela oval berfungsi untuk bergetar secara sinkron dengan getaran membran timpani dan memicu gerakan berbentuk gelombang di perilimfe koklea dengan frekuensi yang sama.
c.    telinga dalam : koklea mengandung sistem sensorik tuntuk mendengar
•    jendela oval lokasinya di membran tipis dipintu masuk koklea ; memisahkan telinga tengah dari skala vestibuli berfungsi untuk bergetar bersama dengan gerakan stapes, tenpatnya ini melekat; gerakan jendela oval menyebabkan perilimfe koklea bergerak.
•    Skala vestibuli lokasinya di kompartemen atas koklea, sistem tubulus mirip keong yang terletak jauh didalam tulang temporal kompartemen bawah koklea berfungsi mengandung perilimfe yang digerakkan oleh gerakan jendela oval yang ditimbulkan oleh getaran tulang tulang telinga tengah.
•    Skala timpani lokasinya di kompartemen bawah koklea berfungsi mengandung perilimfe yang berhubungan dengan skala vestibuli.
•    Duktus koklearis (skala media) lokasinya di kompartemen tengah koklea; tubulus buntu yang berjalan melalui bagian tengah koklea berfungsi mengandung endolimfe; berisi membran basilaris .
•    Membran basilaris membentuk lantai duktus koklearis. Fungsinya adalah bergetar bersama dengan gerakan perilimpe ; mengandung organcorti,organ indra untuk mendengar.
•    Organ corti terletak diatas membran basilaris diseluruh panjangnya fungsinya mengandung sel rambut, reseptor untuk suara; sel rambut dalam mengalami potensial reseptor ketika rambutnya menekuk akibat gerakan cairan di koklea.
•    Membran tektorium, membran stasioner yang terletak di atas organ corti dan berkontak dengan rambut permukaan reseptor sel rambut berfungsi sebagai bagian stasioner sehingga rambut sel reseptor di bengkokan dan mengalami potensial aksi sewaktu membran basilaris bergerak relatif terhadap membran yang menggantung ini.
•    Jendela bundar, membran tipis yang memisahkan skala timtani dari telinga tengah. Fungsinya adalah bergetar bersama dengan gerakan cairan di perilimpe untuk meredakan tekanan di koklea; tidak berperan dalam penerimaan suara
d.     telinga dalam: aparatus vestibularis fungsinya adalah mengandung sistem sensorik untuk keseimbangan dan memberi masukan yang penting bagi pemeliharaan dan keseimbangan.
•     Kanalis semisirkularis terletak pada tiga saluran stengah lingkaran yang tersusun dalam 3 dimensi bersudut tegak lurus satu sama lain dekat koklea yang berfungsi mendetesi percepatan dan perlambatan rotasional atau angular
•    Utrikulus lokasinya di struktur mirip kantung dalam rongga tulang antara koklea dan kanalis semisirkularis fungsinya mendeteksi (1) perubahan posisi kepala menjauhi vertikal dan (2) akselerasi dan deselasi linier dalam arah horozintal
•    Sakulus terletak di samping utrikulus berfungsi untuk mendeteksi (1) perubahan posisi kepala menjauhi horizontal dan (2) akselerasi dan deselerasi linier dalam arah vertikal

Di dalam telinga juga terdapat tulang telinga
    Telinga tengah memindahkan gerakan bergetar yang membran timpani kecairan telinga dalam. Pemindahan ini dipermudah oleh adanya rantai tiga tulang kecil, atau osikulus (maleus,inkus, dan stapes), yang dapat bergerak dan membentang ditelinga tengah. Tulang pertama, paleus, melekat ke membran timpani, dan tulang terakhir, stapes, melekat ke jendela opal, pintu masuk ke dalam koklea yang berisi cairan. Sewaktu membran timpani bergetar sebagai respon terhadap gelombang suara, rangkaian tulang2 tersebut ikut bergerak dengan frekuensi yang sama, memindahkan frekuensi getaran ini dari membran timpani ke jendela oval. Tekanan yang terjadi di jendela oval yang ditimbulkan oleh setiap getaran akan menimbulkan gerakan cairan telinga dalam mirip gelombang dengan frekuensi yang sama seperti gelombang suara asal.
Proses terjadinya pendengaran
Suara ditimbulkan akibat getaran atmosfer yang dikenal sebagai gelombang suara, yang kecepatan dan volumenya berbeda-beda. Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar yang menyebabkan membran timpani bergetar. Getaran-getaran tersebut selanjutnya di teruskan menuju inkus dan stapes, melalui moleus yang terkait pada membran itu. Karena gerakan-gerakan yang timbul pada setiap tulang ini sendir, tulang-tulang itu memperbesar getaran, yang kemudia di salurkan melalui membran menuju endolimpa dalam saluran koklea, dan rangsangannya mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ Corti, untuk kemudian diantarakan menuju otak oleh nervus auditorius.

C.    INDERA PENCIUMAN
    Indera penciuman atau hidung adalah sistem indra yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan berupa bau atau zat kimia berupa gas.
Berikut bagian-bagian dari hidung

Dalam hidung terdapat mukosa olfaktorius, berikut bagian-bagian dari mukosa olfaktorius
         Mukosa olfaktorius (penciuman, penghidu), suatu bercak mukosa 3cm2 diatap rongga hidung, mengandung tiga jenis sel : sel resektor olfaktorius, sel penunjang, dan sel basal. Sel penunjang mengeluarkan mukus, yang melapisi saluran hidung, sel basal adalah prekursor untuk reseptor olfaktorius baru, yang diganti sekitar setiap 2bulan. Sel reseptor olfaktorius adalah neuron aferen yang bagian resektornya terletak di muklosa olfaktorius di hidung yang aferennya berjalan di dalam otak.
    proses penciuman adalah : Pemrosesan bau terletak di bulbus olfaktorius. Prosesnya adalah masing-masing gromerulus yang melapisi bulbus olfaktorius menerima masukan sinaps dari hanya sati jenis resektor bau yang sebaliknya hanya berespons terhadap satu komponen tertentu dari suatu odoran. Karena itu, lomerulus menyortir dan menyusun berbagai komponen suatu molekul odoriferosa sebe

D.    INDERA PENGECAP
    Indera pengecap atau lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian otot mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dam menelan. lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara, juga membantu membolak-balik makanan dalam mulut
    Dalam lidah terdapat otot lidah yang berfungsi sebagai :
Otot ada dua jenis, intrinsik dan ekstrinsik . otot intrinsik berfungsi untuk mengubah-ubah bentuk lidah (memanjang, memendek, membulat) sedangkan otot ekstrinsik membuat lidah dapat bergerak mengelilingi rongga mulut dan faring.
    Dalam lidah terdapat papilla. Berikut merupakan macam-macam dari papilla dan fungsinya


a.    Papilla sirkumvalata : ada delapan hingga dua belas buah jenis ini yang terletak pada bagian dasar lidah. Papilla sirkumvalata adalah jenis papilla terbesar, dan masing masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit. Papilla ini tersusun berjajar membentuk huruf V pada bagian belakang lidah.
b.    Papilla fungiformis : menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah, dan berbentuk jamur berada didepan lidah (apex linguae)
c.    Papilla filiformis : adalah yang terbanyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah. Organ organ untuk pengecapan adalah puting puting pengecap yang sangat terdapat dalam dinding papilla sirkumvalata dan fungiformis. Papilla ini lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan yang sebenarnya . Selaput lendir langit langit dan faring juga bermuatan puting puting pengecap. Berada didorsum linguae

Rasa-rasa yang dapat di rasakan oleh lidah ada 5 yaitu :
         Lima rasa primer adalah asin, asam, manis, pahit dan umami. Rasa kelima yang baru di tambahkan adalah rasa “asam amino” (rasa daging). Diskriminasi rasa diluar rasa primer bergantung pada pola simulasi kuncup-kuncup kecap, yang masing-masing berespons terhadap rasa primer spesifik dengan derajat yang berbeda-beda.



Rabu, 11 Maret 2015

Sistem pencernaan

Sistem Pencernaan



 



    sistem pencernaan adalah sistem yang terdiri dari saluran pencernaan dan organ - organ lain yang membantu mengubah molekul organik kompleks menjadi molekul organik dan anorganik yang lebih sederhana agar dapat diserap ke dalah darah untuk ditransport ke sel.
    organ - organ yg termasuk organ pencernaan
1. Rongga mulut (gigi, lidah, dan glandula salivaria)
2. faring       
3. esophagus       
4. gaster (lambung
5. Usus halus    
6. usus besar       
7. rektum
8. anus
 




     organ yang membantu proses pencernaan => lidah, gigi, glandula salivaria, pankreas, hati, dan kantung empedu
    pencernaan di dalam rongga mulut
1. pencernaan secara mekanik => pada saat makanan dikunyah oleh gigi, dibantu oleh otot lidah dan otot pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga menjadi bolus untuk ditelan
2. secara kimiawi => pemecahan zat pati (amilum) ptyalin (suatu amilase) menjadi maltose
    lapisan dinding esophagus
1. mukosa => tersusun dari epitel gepeng bertingkat, di bawahnya tdp nodus limfatikus => terdapat makrofag => untuk memfagosit bakteri dan benda asing yang masuk ke epitel
2. sub mukosa => tersusun dari jaringan ikat longgar dan terdapat banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe
3. lapisan otot eksternal =>tersusun dari 2 jaringan otot polos=> bagian dalam jaringan otot sirkuler, bagian luar jaringan otot longitudinal
4. Serosa => merupakan lapisan terluar dan merupakan jaringan ikat fibrosa
    mekanisme menelan
makanan yang telah di kunyah dan menjadi bolus masuk ke faring
di dalam faring, palatum lunak naik dan glotis menutup oleh kontraksi otot, otot kontrikstor menangkap makanan yang ada di fari, pada saat itu saluran pernapasan terhenti atau tertutup, lalu makanan masuk ke saluran esophagus dengan bantuan gerakan peristaltik dan masuk ke lambung


  bagian bagian dari lambung, ada 3
- Fundus => di bagian atas lambung dekat lubang esofagus
- Korpus => di bagian tengah lambung atau inti dari lambung
- antrum => di lambung bagian bawah
Fungsi dari lambung
sebagai penampung, menghaluskan, dan menghancurkan makanan oleh peristaltik dengan getah lambung
menghasilkan getah cerna, getah cerna ini dihasilkan oleh sel yang berbeda pada lambung
mekanisme pencernaan di lambung
1. pencernaan mekanis => disebabkan oleh otot-otot dinding lambung, dinding lambung itu terdiri dari otot polos yang memanjang (tranversal), melingkar (sirkular) dan serong. kontraksi otot lambung itu menyebabkan bolus yg masuk ke lambung di aduk dan di remas sehingga menjadi lembut
2. pencernaan kimiawi => kelenjar lambung mengeluarkan cairan pencerna, getah lambung, getah ini yaitu cairan asam bening tek berwarna mengandungHCL, yang mengasamkan semua makanan dan bekerja sbg antiseptik dan desinfektan.
Perbedaan duodenum, jejenum, dan ileum
-duodenum => ukurannya 20 cm/8 inci ini adalah usus halus yang paling pertama
- jejenum => ukurannya 2,5 m jejenum ini menempati 2/5 sebelah atas bagian usus halus
- ileum => ukurannya 3,6 m ileum ini menempati 3/5 bagian akhir dari usus halus
Lapisan dinding usus halus
1. ada dinding yang paling luar yaitu serosa
2. lalu dinding otot yaitu ada 2 serabut otot yaitu otot sirkuler dan oto longitudinal
3. dinding mukosa
4. dan dinding sub mukosa

Usus Besar
 fungsi dari usus besar
yaitu untuk menyimpan dan mengeliminasi sisa makanan, dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cara menyerap air, dan mendegradasi besi.
mekanisme refleks defekasi
di otot2 kolon itu di bantu oleh gerakan peristaltik yang menggeser tinja dari saluran pencernaan ke rektum. otot di dinding rektum di pengaruhi oleh sistem saraf di sekitarnya sehingga membuat suatu rangsangan untuk mengeluarkan tinja ke luar tubuh
perjalanan makanan di usus besar
ileum mengabsorbsi air apendiks di endapkan selama 4jam di caecum, lalu selama 7-8 jam di endapkan di kolon asenden (gerakan di usus besar naik), lalu selama 6-18 jam di kolon transversum (gerakan lurus), setelah itu 9-20 jam di kolon desenden (gerakan turun), dan yang terakhir di kolon sigmoid rektum selama 12-24 jam.
3 spingter yang ada di anus
1.    Spingterani internum
2.    Spingter levatorani
3.    Spingterani eksternum
3 kelenjar ludah yang menghasilkan air ludah
-    Kelenjar parotis
-    Kelenjar submandibularis
-    Kelenjar sublinguaris

fungsi pankreas eksokrin
untuk menghasilkan enzim pada saat terjadi proses pencernaan dan untuk membuat getah pankreas

mekanisme netralisasi kimus di usus
    Sekresi pankreas itu diatur oleh hormon, stimulasi utama untuk sekresi pankreas itu selama fase usus pencernaan pada saat kimus berada di dalam usus halus. Adanya stimulasi pengeluaran skretin dan diangkat darah ke pankreas untuk merangsang duktus meningkatkan cairan NaHCO3 ke dalam duodenum.

Fungsi Hati
Untuk mengubah zat buangan dan racun agar mudah di ekskresi ke dalam empedu dan urine.
Tahapan Sekresi empedu oleh hati
Empedu disekresikan kanalikuli biliaris kecil yang letaknya diantara sel-sel hati. Kemudian, empedu mengalir ke perifer menuju septa inter lobularis tempat kanalikuli mengkosongkan empedu ke dalam duktus biliaris terminal dan mencapai duktus hepatikus dan duktus biliaris komunis.


Proses muntah atau Emisis
     Muntah yaitu ekspolsi (desakan) secara paksa isi lambung untuk keluar melalui mulut yang disebabkan oleh motilitas (gerakan) lambung abnormal. Namun muntah tidak ditimbulkan oleh peristaltik terbalik (reverse peristalsis). Lambung, esofagus, sfingter esofagus, dan sfingter pilorus dalam keadaan melemas sewaktu muntah. Gaya utama yang mendorong keluar isi lambung, secara tiba - tiba datang dari kontraksi otot pernafasan yaitu diafragma (otot inspirasi utama dan otot abdomen, sedangkan otot ekspirasi dalam keadaan aktif).
     Muntah dimulai dengan inspirasi dalam dan penutupan glotis. Diafragma yang berkontraksi turun menekan lambung sementara kontraksi otot - otot abdomen secara simultan menekan rongga abdomen sehingga tekanan intraabdomen meningkat dan isi abdomen terdorong ke atas. karena lambung yang lunak tertekan antara diafragma dari atas tekanan rongga abdomen dari bawah, lalu isi lambung terdorong ke dalam esofagus dan keluar melalui mulut. Glotis tertutup sehingga muntah tidak masuk ke saluran pernapasan, uvula juga terangkat untuk menutup rongga hidung.

Beberapa penyebab muntah dijelaskan dibawah ini :
  1. Stimulasi taktil (sentuhan) di belakang tenggorokan, yaitu rangsangan yang paling kuat dapat menyebabkan tersedak dan bahkan muntah pada sebagian orang.
  2. Iritasi atau peregangan lambung dan duodenum.
  3. Peningkatan tekanan intrakarnial, akibat pendarahan intraserebrum. Muntah yang timbul setelah cedera kepala sebagai tanda hal buruk. Hal ini mengisyaratkan adanya pembengkakakan atau pendarahan dalam rongga tengkorak.
  4. Rotasi atau akselerasi kepala yang menimbulkan pusing bergoyang misalnya mabuk perjalanan.
  5. Nyeri hebat yang berasal dari berbagai organ, misalnya nyeri sewaktu waktu ginjal melewati saluran kemih.
bahan kimia, termasuk obat atau bahan beracun yang memulai muntah, baik yang bekerja di bagian atas saluran pencernaan maupun dengan merangsang kemoreseptor (chemoreceptor triger zone) khusus di otak. Pengaktifan zona tersebut memicu refleks muntah.

Selasa, 10 Maret 2015

sistem Hematology

HEMATOLOGY

Hematology adalah sistem yang mempelajari tentang darah, fungsi darah adalah sebagai berikut :
1.    Sebagai sistem transport dari tubuh, yaitu menghantarkan bahan kimia, oksigen, dan nutrien ke seluruh tubuh.
2.    Mengangkut semua sisa metabolit ke organ pembuangan
3.    Menghantarkan hormon – hormon ke organ sasaran
4.    Mengatur keseimbangan suhu
5.    Mengangkut enzim, zat bufer, dan elektrolit ke seluruh tubuh


PH normal darah adalah 7,35 – 7,45. Suhunya adalah 38oC, volume darah adalah 8% dari berat badan sekitar 5 – 6 L. Komponen darah itu terdiri dari Plasma darah dan sel – sel darah


Komponen darah
•    90% Air
•    Mengandung Protein darah yaitu Albumin, Globulin, dan fibrinogen
•    Mengandung garam – garam mineral
•    Mengandung gas (CO2, O2, dan N2)
•    Mengandung enzim, hormon, dan antibody
•    Sisa metabolisme (urea dan asam urat)
•    Mengandung sari – sari makanan
Sel – sel darah
•    Sel darah merah (eritrosit)
•    Sel darah putih (leukosit)
•    Trombosit (sel pembeku darah)


     Protein plasma terdiri dari Albumin, Globulin dan fibrinogen. Albumin adalah protein plasma yang paling banyak berperan besar dalam menentukan tekanan osmotik koloid. Globulin, globulin ini di bagi menjadi 3 yaitu Alfa, Beta dan Gama. Alfa dan beta mengangkut bahan tak terlarut, dan berperan besar dalam proses pembentukan darah. Globulin gama (immunoglobulin) / antibody sangat penting untuk mekanisme pertahanan tubuh. Fibrinogen adalah faktor kunci dalam pembekuan darah.





HEMOGLOBIN

Hemoglobin, adalah protein berupa pigmen merah pembawa oksigen yang kaya akan zat besi. Karena kandungan besinya maka hemoglobin tampak kemerahan jika berikatan dengan O2 dan keunguan jika mengalami deoksigenasi, maka dari itu darah arteri akan berwarna merah dan vena memiliki rona kebiruan.
Fungsi hemoglobin
1.    Untuk transport O2 sekaligus memberi kontribusi signifikan pada transport CO2,
2.    Untuk menyangga PH, dan
3.    Untuk mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.

Minggu, 08 Maret 2015

Sistem Muskuloskeletal

muskuloskeletal adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang dan otot.
skeletal adalah rangka tulang pembentuk tubuh.
A. jenis tulang ada 6
1. tulang panjang (os longa)
2. tulang pendek (os bevia)
3. tulang pipih (os pelana)
4. tulang berongga (os pneumatika)
5. tulang tidak beraturan (os iregular)
6. tulang yang terdapat pada sendi
B. Karakteristik Tulang padat dan berongga
  1.  tulang padat (kompakta) terdapat di tengah – tengah tulang panjang (epifisis) dan terdapat lempengan-lempengan tulang (lamella)
  2.  tulang berongga (spongiosa) terdapat di ujung tulang panjang (epifisis) dan mengandung sedikit lamella.
C. 5 jenis sel tulang
  1. osteoblast adalah berfungsi untuk menghasilkan matrix tulang (matrix tulang adalah pembentuk tulang padat)
  2. osteosit adalah berfungsi untuk mengeluarkan zat kalsium dari tulang ke dalam darah.
  3. osteoklas adalah berfungsi untuk mengikis dan menghancurkan tulang
  4. sel ostogenik adalah berfungsi untuk berubah menjadi osteoblas dan osteoklas pada saat terjadi stress dan pada proses penyembuhan.
  5. sel pembatas tulang berfungsi untuk menyeimbangkan mineral dalam tulang terutama kalsium dan fosfat.
MUSKULOS
     Muskulos atau Otot berfungsi untuk menggerakan tubuh bersama tulang, mengedarkan sari makanan, mengalirkan darah, dan menggerakan jantung.\
Anatomi otot di seluruh tubuh :
a). Musculus Caput (otot kepala)
b). Musculus Plastima (otot leher)
c). Musculus Pectoralis (otot dada)
d). Musculus Obliquus (otot perut)
e). Musculus Trapezius (otot punggung)
f). Musculus Deltoideus (otot bahu dan lengan)
g). Musculus Coxis (otot panggul)
h). Musculus Gastrocnemous soleus (otot kaki)
  • klasifikasi otot
otot terbagi menjadi 3 yaitu,
  1. Otot Lurik : memiliki banyak inti di tepi, Berbentuk silindris, Bekerja menurut kesadaran
  2. Otot Polos : Memiliki satu inti, Berbentuk satu gelondong, Bekerja diluar kesadaran
  3.  Otot Jantung : Memiliki banyak inti di tengah, berbentuk seperti otot lurik, silindris, namun bercabang membentuk anyaman, bekerja secara tidak sadar.

Jumat, 06 Maret 2015

Leaflet Stroke for Download

A.PENGERTIAN
Stroke adalah adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun structural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari seluruh system pembuluh darah otak. patologis pembuluh darah bisa karena adanya robekan atau penyumbatan sebagian /seluruh lumen.
Menurut pendapat lain stroke merupakan suatu gangguan neurologik lokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah serebral (Sylvia A. Price, 1995:964).
B. Penyebab Stroke
  •  Hipertens/darah tinggi
  • diabetes melitus
  • obesitas/kegemukan
  • pola aktivitas yang kurang baik
  • perokok atau peminum alkohol
  • Hiperkolesterol
  • Trauma Kepala
C.  Tanda dan gejala Stroke
Berikut ini adalah tanda dan gejala yang terjadi pada penderita stroke :
a.  Tiba - tiba sakit kepala.
b. Pusing, bingung.
c. Penglihatan kabur.
d. kehilangan keseimbangan.
e. kelemahan / kelumpuhan tangan atau kaki.
f. Bicara tidak jelas.
g. Konsentrasi menurun.
Selain diatas saya buatkan juga media leaflet sebagai media promosi kesehatan, untuk mendownloadnya anda bisa klik disini
Untuk melihat video tentang stroke lihat dibawah ini :


Jumat, 27 Februari 2015

Dasar - dasar Anatomi Fisiologi

  • Definisi Anatomi fisiologi
 - Menurut (martini 2001) Anatomi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagian dalam (internal) dan bagian luar (eksternal) dari struktur tubuh manusia dan hubungan fisiknya dengan bagian tubuh lainnya.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian tubuh manusia baik seluruh ataupun potongan atau sebagian.
- Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi) dari tubuh manusia.
        Jadi, anatomi fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagian tubuh manusia, dan bagaimana bagian tubuh itu bekerja.
  • Klasifikasi Anatomi
a). Anatomi mikroskopik adalah ilmu yang mempelajari suatu struktur yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Nama istilah dari suatu sel mikroskopik adalah sitology. Dan nama istilah dari suatu jaringan mikroskopik adalah histology.
b). Anatomi makroskopik adalah ilmu yang mempelajari suatu struktur yang besar yang bisa dilihat dengan mata telanjang antara lain, anatomi permukaan (ciri - ciri dan permukaannya), anatomi regional (fokus pada area tertentu), anatomi sistemik (mempelajari organ secara sistem), anatomi perkembangan (mempelajari perubahan dari suatu struktur).
  • Klasifikasi Fisiologi
Spesifikasi fisiologi dari anatomi antaralain :
- Fisiologi sel ( mempelajari fungsi sel dan bagian-bagiannya )
- Fisiologi spesifik ( mempelajari suatu organ )
- Fisiologi sistemik ( mempelajari fungsi organ secara sistemik )
- Fisiologi patologikal ( mempelajari efek penyakit terhadap suatu organ )